Usai Visitasi Akreditasi, Kepala MI An-Nazwa: Madrasah Jangan Lagi Dianaktirikan

LEBAK, AktualindonesiaNews.com — Pelaksanaan visitasi akreditasi MI An-Nazwa Pasir Muncang, Desa Cikadongdong, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi momentum bagi pihak madrasah untuk kembali menyuarakan persoalan klasik yang hingga kini masih dihadapi lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Kepala MI An-Nazwa Pasir Muncang, Ridwan S.H., berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap keberadaan madrasah, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Harapan itu disampaikan Ridwan usai kegiatan visitasi akreditasi yang berlangsung pada Jumat 11-12 September 2026.

Menurutnya, madrasah memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencerdaskan generasi bangsa. Karena itu, perhatian terhadap madrasah semestinya tidak berhenti pada tuntutan peningkatan mutu dan kelengkapan administrasi, tetapi juga menyentuh persoalan fasilitas pendidikan.

Ridwan menilai, secara administratif madrasah tidak jauh berbeda dengan sekolah yang berada di bawah naungan dinas pendidikan. Madrasah juga harus memenuhi berbagai standar dan menjalani proses evaluasi, termasuk melalui akreditasi.

Namun, ketika menyangkut pembangunan fisik dan sarana prasarana, ia melihat masih terdapat kesenjangan yang cukup terasa.

“Secara administrasi, baik visitasi akreditasi ataupun yang lainnya, madrasah tidak beda jauh dengan sekolah di dinas-dinas. Namun demikian, untuk pembangunan madrasah selalu ketinggalan,” ujar Ridwan.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah madrasah yang masih harus menjalankan aktivitas pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.

Bahkan, menurut Ridwan, tidak sedikit bangunan madrasah yang kondisinya sudah membutuhkan perhatian dan pembenahan serius.

“Miris, madrasah banyak yang lapuk, banyak yang kurang layak. Padahal secara pendidikan, madrasah juga mampu mencetak generasi unggul di dunia pendidikan,” katanya.

Bagi Ridwan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai bangunan sekolah. Sarana dan prasarana yang layak merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang aman, nyaman dan berkualitas.

Ia khawatir keterbatasan fasilitas justru membuat madrasah yang berada di daerah semakin sulit berkembang, meskipun para guru dan pengelola madrasah terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

Ridwan pun berharap pemerintah, khususnya pihak yang membidangi pendidikan keagamaan, dapat memberikan perhatian yang lebih proporsional terhadap pembangunan madrasah.

Ia ingin tidak ada lagi kesan bahwa madrasah menjadi lembaga pendidikan yang berada di belakang dalam hal pembangunan dibandingkan sekolah lainnya.

Menurutnya, tuntutan terhadap madrasah untuk memenuhi standar pendidikan harus berjalan seiring dengan dukungan pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang memadai.

“Kalau kita ingin mencetak generasi unggul, tentu tempat mereka belajar juga harus diperhatikan. Jangan hanya menuntut kualitas pendidikannya, tetapi sarana dan prasarananya dibiarkan tertinggal,” tutur Ridwan.

Ia menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar tempat untuk memperoleh pendidikan keagamaan. Di dalamnya terdapat anak-anak bangsa yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

Karena itu, momentum visitasi akreditasi di MI An-Nazwa Pasir Muncang diharapkan tidak hanya menjadi agenda penilaian administratif, tetapi juga membuka mata berbagai pihak mengenai kondisi riil madrasah di lapangan.

Ridwan berharap perhatian terhadap madrasah ke depan semakin konkret, terutama dalam pembangunan ruang belajar, perbaikan bangunan serta pemenuhan berbagai fasilitas penunjang pendidikan.

“Madrasah juga mampu mencetak generasi unggul. Kami hanya berharap pemerintah melihat kondisi madrasah secara nyata dan memberikan perhatian yang seimbang,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak boleh dibatasi oleh perbedaan status maupun lembaga yang menaunginya.

Selama memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi masa depan, madrasah dan sekolah memiliki hak yang sama untuk tumbuh dengan fasilitas pendidikan yang layak.

Bagi Ridwan, sudah saatnya madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata. Sebab, dari ruang-ruang kelas madrasah yang sederhana itu pula, masa depan generasi bangsa sedang ditempa.

Editor: Endang.S

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *