Lebak, AINews.com – Suasana bahagia bercampur haru menyelimuti pelaksanaan Pentas Seni dan Kreativitas bertema “Play, Learn & Happy” dalam rangka Pelepasan Siswa-Siswi KB Nurul Atifah yang berlangsung di Kampung Gunung Langkap, Desa Cikaratuan, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus KB Nurul Atifah, Kepala Desa Cikaratuan, tokoh ulama, tokoh masyarakat, wali murid, serta ratusan tamu undangan yang memadati lokasi acara. Kehadiran seluruh unsur masyarakat menjadi bukti nyata dukungan terhadap kemajuan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas yang dipersembahkan oleh siswa-siswi KB Nurul Atifah. Dengan penuh percaya diri, anak-anak menampilkan tarian, hafalan doa dan surat pendek, nyanyian, serta berbagai pertunjukan yang mengundang tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti keberhasilan para guru dalam membina keberanian, kreativitas, serta kemampuan anak sejak usia dini.
Kepala KB Nurul Atifah, Mae, S.H., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, pelepasan siswa bukan hanya menjadi penutup proses belajar di tingkat Kelompok Bermain, tetapi juga menjadi awal perjalanan anak-anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Anak-anak yang kami cintai, hari ini kalian resmi menyelesaikan pendidikan di KB Nurul Atifah. Teruslah belajar dengan rajin, hormati kedua orang tua dan guru, jadilah anak yang saleh dan salehah, serta jangan pernah berhenti mengejar cita-cita. Kami semua akan selalu mendoakan agar kalian tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membanggakan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” tutur Mae, S.H.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada KB Nurul Atifah dalam mendidik putra-putri mereka. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga.

Sementara itu, Ketua Komite KB Nurul Atifah, Amir, S.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah dengan penuh kesabaran membimbing dan mendidik anak-anak selama menempuh pendidikan di KB Nurul Atifah.
“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Kami berharap kerja sama antara sekolah, orang tua, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi menciptakan pendidikan yang berkualitas. Semoga KB Nurul Atifah semakin maju dan terus melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, serta memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Keberadaan Kepala Desa Cikaratuan, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan ratusan tamu undangan turut menambah semarak kegiatan tersebut. Mereka memberikan apresiasi atas dedikasi KB Nurul Atifah dalam membangun pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan kreativitas.
Adapun jajaran pengurus dan tenaga pendidik KB Nurul Atifah terdiri dari Mae, S.H. selaku Kepala Sekolah, Amir, S.Pd. sebagai Ketua Komite, serta dua tenaga pendidik yaitu St. Suhayati dan Emah, S.Pd.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 14 siswa-siswi resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, yaitu:
1. Adya Wijaya
2. Aris Wijaya
3. Angga Afandi
4. Anita Noviyanti
5. M. Yusuf Ramdani
6. Siti Padilah
7. Siti Kafilah
8. Sarmila
9. Khairul Nizam
10. M. Ardabili
11. Muhamad Rizik
12. Muhamad Rizki
13. Muhamad Paqihudin
14. Lukmanilhakim
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemberian kenang-kenangan kepada para siswa yang lulus, serta sesi foto bersama seluruh pengurus, guru, wali murid, dan tamu undangan. Suasana haru tampak menyelimuti acara ketika para orang tua menyaksikan putra-putri mereka menerima tanda kelulusan sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
Pentas Seni dan Pelepasan Siswa KB Nurul Atifah tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar proses belajar, tetapi juga wadah membentuk karakter, mengembangkan bakat, dan menanamkan nilai-nilai agama serta akhlak mulia. Semangat kebersamaan yang terjalin antara sekolah, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mencetak generasi penerus yang unggul dan berdaya saing.
Editor: Endang.S

