Pandeglang, AINews.com – Upaya meningkatkan budaya literasi di daerah pelosok terus dilakukan melalui berbagai inovasi pendidikan. Salah satunya dilakukan oleh Guru Muda, Muhammad Rafli Alvian, yang menggagas program PI Pustaka di SD Negeri 03 Kutakarang Kelas Jauh, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, (21/07/3036).
PI Pustaka merupakan program perpustakaan keliling yang membawa buku bacaan langsung ke rumah-rumah peserta didik. Program ini lahir dari hasil pengamatan terhadap kondisi sekolah dan lingkungan sekitar, di mana akses anak-anak terhadap bahan bacaan masih terbatas. Melalui pendekatan tersebut, buku tidak lagi menunggu pembaca datang ke perpustakaan, tetapi hadir lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.
Menurut Muhammad Rafli Alvian, PI Pustaka dirancang sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca sejak dini sekaligus menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Literasi tidak hanya dibangun di ruang kelas. Kami ingin menghadirkan buku sebagai teman belajar anak-anak, bahkan ketika mereka berada di rumah. Harapannya, membaca menjadi kebiasaan yang tumbuh secara alami di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Selain meminjamkan buku, kegiatan PI Pustaka juga menjadi ruang interaksi antara guru, peserta didik, dan orang tua. Melalui kunjungan ke rumah, guru dapat melihat secara langsung kondisi belajar anak sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan keluarga.
Salah satu guru di SD Negeri 03 Kutakarang, Pak Ulung, S.E., menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, PI Pustaka menjadi salah satu langkah nyata untuk memperluas akses literasi bagi peserta didik yang selama ini memiliki keterbatasan terhadap bahan bacaan.
“Program ini sangat baik karena mampu mendekatkan anak-anak dengan buku bacaan. Selama ini fasilitas literasi masih terbatas, sehingga kehadiran PI Pustaka menjadi motivasi baru bagi siswa untuk lebih gemar membaca. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak-anak,” pungkas Pak Ulung, S.E.

Apresiasi juga datang dari salah seorang wali murid, Ibu Siti. Ia mengaku senang karena anaknya kini semakin antusias membaca setelah mengikuti program tersebut.
“Biasanya setelah pulang sekolah anak langsung bermain. Sekarang, setelah ada PI Pustaka, dia sering membuka buku yang dipinjam dan menceritakan kembali isi bacaan kepada kami di rumah. Sebagai orang tua, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Program PI Pustaka mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran buku bacaan di lingkungan tempat tinggal peserta didik memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal berbagai cerita, ilmu pengetahuan, serta memperluas wawasan di luar materi pembelajaran di sekolah.
Sebagai lulusan Sosiologi, Muhammad Rafli Alvian meyakini bahwa penguatan budaya literasi merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, membiasakan anak membaca sejak usia dini bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga melatih daya pikir kritis, kreativitas, dan rasa ingin tahu.
Ke depan, PI Pustaka diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai program peminjaman buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang melibatkan masyarakat melalui kegiatan membaca bersama, mendongeng, diskusi sederhana, hingga berbagai aktivitas literasi lainnya.
Melalui inovasi tersebut, SD Negeri 03 Kutakarang terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik. PI Pustaka menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat membaca sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok.
(Wa”n)

