Tangis Haru 16 Tahun Penantian Berakhir, Asmah Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga di Lebak

Lebak, AINews.com – Penantian panjang selama 16 tahun akhirnya berbuah kebahagiaan bagi keluarga Jahid dan Salimah, warga Kampung Mangender, Desa Cikaret, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak. Asmah (34), anak pertama dari dua bersaudara yang selama belasan tahun hilang kontak setelah berangkat bekerja ke luar negeri, akhirnya kembali ke kampung halamannya pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kepulangan Asmah menjadi momen yang penuh haru. Tangis bahagia pecah saat ia kembali bertemu ibunda, saudara, dan keluarga besarnya setelah bertahun-tahun tak pernah mengetahui kabar satu sama lain.

Awal Mula Perpisahan

Kisah pilu ini bermula pada tahun 2009. Saat itu Asmah, yang baru lulus Sekolah Dasar, memutuskan merantau ke luar negeri demi membantu perekonomian keluarga. Dengan usia yang masih sangat muda dan minim pengalaman, ia berangkat melalui sponsor tenaga kerja yang tidak jelas dengan tujuan awal Arab Saudi.

Namun kenyataan berkata lain. Bukannya bekerja di Jeddah, Arab Saudi, Asmah justru dibawa ke Suriah dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Sejak saat itu komunikasi dengan keluarga terputus total.

Selama bertahun-tahun, keluarga tidak mengetahui keberadaan Asmah. Berbagai upaya dilakukan kedua orang tuanya untuk mencari informasi, namun tidak pernah membuahkan hasil. Seolah-olah Asmah hilang tanpa jejak.

Harapan Muncul Berkat Aksi Kemanusiaan

Di tengah keputusasaan keluarga, Jahid dan Salimah meminta bantuan kepada Ridwan SH, Ketua Organisasi Masyarakat Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) Marcab Cijaku–Cigemblong, yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Ridwan kemudian berinisiatif membuat berita mengenai hilangnya Asmah di salah satu media dengan mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Tak disangka, berita tersebut ternyata dibaca langsung oleh Asmah di Suriah.

Merasa bahwa sosok yang diberitakan adalah dirinya, Asmah segera menghubungi Ridwan SH melalui aplikasi Messenger. Sejak saat itulah komunikasi kembali terjalin setelah terputus selama 16 tahun.

Ridwan kemudian segera menghubungi keluarga Asmah. Momen mengharukan pun terjadi ketika Asmah akhirnya dapat melakukan panggilan video dengan ibunya, keluarga, dan kerabat di kampung halaman.

Proses Pemulangan

Setelah memastikan keberadaan Asmah, Ridwan SH terus menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah untuk mengurus proses kepulangan.

Melalui proses yang cukup panjang, akhirnya seluruh administrasi dan pemulangan berhasil diselesaikan.

Pada Kamis, 11 Juni 2026, Asmah tiba di Indonesia dan dijemput langsung oleh Ridwan SH bersama keluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Terminal 3 Lantai 3.Suasana penyambutan dipenuhi isak tangis dan pelukan hangat. Penantian selama belasan tahun akhirnya berakhir dengan kebahagiaan.

Kepulangan yang Diiringi Duka

Namun di balik kebahagiaan tersebut, tersimpan duka mendalam.

Sekitar lima bulan sebelum Asmah berhasil dipulangkan, sang ayah, Jahid, meninggal dunia setelah menderita sakit keras.Sebelum wafat, Jahid sempat menyampaikan pesan terakhir kepada Ridwan SH.

Ia berpesan, apabila Asmah pulang saat dirinya masih hidup, agar anaknya dibawa ke pangkuannya. Namun apabila dirinya telah tiada, ia meminta agar Asmah dibawa terlebih dahulu ke makamnya.

Pesan itu akhirnya dipenuhi.

Setelah tiba di kampung halaman, Asmah dibawa ke makam sang ayah untuk menunaikan amanat terakhir tersebut. Tangis Asmah pecah di hadapan pusara ayahnya, sosok yang selama 16 tahun selalu berharap dapat kembali memeluk putri sulungnya.

Pernyataan Ridwan SH

Ketua KKPMP Marcab Cijaku–Cigemblong, Ridwan SH, mengaku bersyukur karena perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, ini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Setelah 16 tahun keluarga kehilangan kabar, akhirnya Asmah dapat kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarganya. Semua ini merupakan hasil kerja sama banyak pihak, terutama KBRI di Suriah yang telah membantu proses pemulangan. Saya hanya menjalankan amanah kemanusiaan.”

Ridwan juga mengungkapkan bahwa pesan terakhir almarhum Jahid menjadi amanah yang selalu diingatnya.

“Sebelum meninggal, almarhum bapak Jahid berpesan kepada saya. Jika Asmah pulang saat beliau masih hidup, bawalah anaknya ke pangkuannya. Namun jika beliau sudah meninggal, bawalah Asmah ke makamnya. Amanah itu saya pegang, dan Alhamdulillah hari ini bisa kami tunaikan”.

Ia berharap kisah Asmah menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jalur bekerja ke luar negeri serta memastikan seluruh proses dilakukan secara resmi dan legal.

Akhir Penantian

Kini, setelah 16 tahun hidup jauh dari keluarga dan penuh ketidakpastian, Asmah akhirnya kembali mengawali lembaran baru kehidupannya di Kampung Mangender bersama ibu, saudara, dan keluarga besarnya.

Meski kebahagiaan itu tak lagi dapat dirasakan bersama sang ayah, kepulangan Asmah menjadi jawaban atas doa panjang yang selama bertahun-tahun dipanjatkan keluarganya.

Kisah ini menjadi bukti bahwa harapan tidak pernah benar-benar padam. Di balik penantian panjang, doa, kasih sayang keluarga, dan kepedulian sesama mampu mempertemukan kembali mereka yang telah lama terpisah.

Editor: Endang.S

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *