Peringati Hardiknas 2026, PAUD/TK Wanasalam Tampilkan Kreativitas dan Nilai Budaya

Lebak, AINews.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2026 di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak Banten, berlangsung meriah melalui kegiatan Gebyar PAUD/TK yang dipusatkan di Yayasan Pendidikan Subulussalam, Desa Sukatani, Sabtu (2/5/2026).

Sebanyak 25 Taman Kanak-Kanak (TK) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kecamatan Wanasalam turut ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai. Acara ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak dini.

Mengusung tema “Memperkenalkan dan Menanamkan Rasa Cinta Anak-anak Terhadap Budaya Tradisional Melalui Pendidikan Karakter Usia Dini”, kegiatan ini menekankan pentingnya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda sejak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Wanasalam Subara S.Pd., Penjabat Kepala Desa Sukatani, Korwil Kecamatan Wanasalam, Pengawas PAUD, Bunda PAUD, serta sejumlah tamu undangan. Antusiasme juga terlihat dari para siswa dan orang tua yang memadati lokasi acara.

Ketua Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Lebak, Ajat Suherman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gebyar Hardiknas tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional.

“Beliau memperjuangkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang gender, status sosial, maupun latar belakang,” ujarnya.

Ajat menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset berharga bangsa yang harus mendapat perhatian serius dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

“Masa kanak-kanak adalah masa emas. Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang bagi anak untuk belajar sambil bermain serta mengembangkan potensi mereka secara optimal,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lebak, khususnya Kecamatan Wanasalam, sekaligus mempererat hubungan antara guru, orang tua, dan masyarakat.

“Dengan pendidikan yang berkualitas, kita dapat mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.(K-San)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *