Lebak, AINews.com – Kondisi Jalan Raya Rangkasbitung–Cipanas Kilometer 7, tepatnya di depan gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), kembali dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Kerusakan yang terus berulang di lokasi tersebut menjadi sorotan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Rangkasbitung.
Ketua Kumala PW Rangkasbitung, Ronal Pagundes, mengatakan bahwa ruas jalan nasional tersebut telah dua kali diperbaiki dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Namun, perbaikan yang dilakukan dinilai tidak bertahan lama karena jalan kembali mengalami kerusakan.
“Setiap diperbaiki, tidak lama kemudian rusak lagi. Saya sebagai bagian dari Keluarga Mahasiswa Lebak merasa bosan melihat kondisi Jalan Rangkasbitung–Cipanas Km 7 yang terus seperti ini,” ujar Ronal saat dihubungi, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama ini belum memberikan hasil yang maksimal. Bahkan, kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Ini terkesan sia-sia. Sudah dua kali diperbaiki dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tetapi jalan tersebut kembali rusak dan bisa mengakibatkan kecelakaan,” katanya.
Ronal menambahkan, kerusakan di titik tersebut bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan sudah berulang kali dan selalu berada di lokasi yang sama. Ia pun mempertanyakan metode perbaikan yang selama ini digunakan.
“Terasa aneh karena kerusakannya selalu terjadi di titik yang sama. Metode apa yang digunakan selama ini? Sudah beberapa kali diperbaiki, tetapi hasilnya tetap saja rusak,” ungkapnya.
Ia juga mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk mempertimbangkan penggunaan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama, seperti beton berkualitas tinggi, khususnya pada titik-titik yang rawan mengalami kerusakan.
“Kalau memang titik itu sering rusak, kenapa tidak dibuat konstruksi beton saja agar lebih kuat dan tahan lama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ronal menilai kondisi tersebut menjadi ironi mengingat ruas jalan tersebut berstatus jalan nasional.“Ini jalan nasional saja kualitasnya belum sempurna, apalagi jalan di tingkat kabupaten atau desa,” ujarnya.
Kumala berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap keluhan masyarakat dan mengambil langkah konkret agar persoalan infrastruktur tersebut tidak terus berulang.
“Kami yakin pihak terkait sudah mengetahui kondisi ini. Namun yang diharapkan masyarakat adalah solusi yang tuntas, bukan perbaikan berulang yang justru berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran,” tutup Ronal.
Reporter: Apip Rohman

