Lebak, AINews.com – Ketua KNPI Kecamatan Banjarsari periode 2026–2029, Hapidz Usman, menyikapi dinamika kepemimpinan yang terjadi di Kabupaten Lebak dengan mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas. Minggu, (5/4/2026).
Ia menyampaikan bahwa polemik antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan dan politik. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam menjalankan roda pemerintahan adalah sesuatu yang sah dan tidak perlu dipertentangkan secara berlebihan.
Hapidz mengutip hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan lupa (al-insānu maḥallul khatha’ wan nisyān). Ia menilai, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari proses pendewasaan dalam kepemimpinan dan pengambilan kebijakan.
“Dalam dinamika pemerintahan maupun politik, perbedaan adalah hal yang sangat positif selama tetap berada dalam koridor kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Lebak, di antaranya: Percepatan pemenuhan syarat hunian sementara (huntara) di Lebakgedong
Pencapaian pajak daerah yang melampaui target, mencapai Rp45,4 miliar per 31 Maret 2026
Kinerja laporan daerah terbaik ke-3 se-Provinsi BantenSelain itu, masih terdapat berbagai prestasi lainnya yang turut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah.
Hapidz menambahkan, masyarakat diharapkan dapat menyikapi situasi ini secara bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memperkeruh suasana.
“KNPI Banjarsari mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas daerah, serta mendukung jalannya pemerintahan demi kemajuan Kabupaten Lebak,” pungkasnya. (Tim)

