GEGER! Ayam Goreng Diduga Masih Berdarah pada Menu MBG di Cileles, Kepala SPPG Akui Ada Makanan Kurang Matang

Lebak, AINews.com – Sejumlah Penerima Manfaat (PM) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan menu ayam goreng yang diduga masih berdarah saat dibagikan kepada anak-anak, khususnya kelompok Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui (B3).

Kejadian tersebut terjadi di wilayah pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kujangsari, Cileles. Sejumlah warga mengaku kecewa dan khawatir karena makanan yang diterima dinilai belum matang sempurna.

Salah seorang penerima manfaat menyampaikan keluhannya kepada wartawan saat diwawancarai pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia menyebut bagian sayap ayam yang diterima anaknya masih mengandung darah sehingga tidak dikonsumsi.

“Cuma sayap ayamnya aja yang masih berdarah. Bukan cuma punya anak saya aja pak, ibu-ibu yang lain juga bilang pada dibuang dikarenakan masih ada darahnya,” ujar salah satu penerima manfaat.

Warga lainnya juga meminta agar proses memasak lebih diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Tapi kalau boleh tolong setidaknya direbus aja dulu pak, biar tidak terulang kejadian seperti ini lagi,” tulis warga dalam pesannya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Kujangsari, Mulyono, memberikan klarifikasi dan mengakui adanya makanan yang kurang matang pada saat distribusi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Mulyono menyebut pihaknya telah melakukan evaluasi internal terhadap tim pengolahan makanan.

“Berkaitan dengan hal ini, saya sudah mengevaluasi relawan saya khususnya tim masak agar lebih teliti dalam melakukan pengolahan makanan,” ujar Mulyono.

Saat dikonfirmasi kembali terkait kebenaran adanya menu yang kurang matang, Mulyono juga membenarkan bahwa terdapat satu kelompok penerima manfaat yang menerima makanan kurang matang.

“Memang benar hanya satu PM yang mendapat makanan yang kurang matang,” jelasnya.

Meski demikian, kejadian tersebut tetap memicu perhatian masyarakat karena program MBG merupakan program pemenuhan gizi yang diperuntukkan bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Sejumlah warga berharap pihak penyelenggara meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan sebelum didistribusikan, mulai dari proses pemasakan, pengecekan kematangan, hingga kebersihan makanan.

Masyarakat menilai program MBG sangat membantu kebutuhan gizi anak-anak dan keluarga penerima manfaat. Namun mereka berharap kualitas makanan benar-benar diperhatikan agar tujuan program berjalan optimal dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Kujangsari mengaku akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap tim pengolahan makanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *