Air Sungai Ciliman Menghitam, PTPN IV Regional I PKS Kertajaya Tegaskan Bukan Karena Bak Limbah Jebol

Lebak, AINews.com — Kondisi air Sungai Ciliman di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, yang sempat berubah warna menjadi hitam, membuat warga sekitar khawatir dan memunculkan dugaan adanya pencemaran limbah dari kawasan PTPN IV Regional I PKS Kertajaya.

Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Asisten Administrasi (Adsi) sekaligus Tata Usaha (TU) PKS Kertajaya, Usup Suparman, membenarkan bahwa air Sungai Ciliman memang sempat menghitam. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh jebolnya bak penampungan limbah pabrik sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat.

Menurut Usup, perubahan warna air terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Debit air hujan yang besar disebut mendorong sisa endapan di saluran pembuangan sehingga terbawa ke aliran sungai dan menyebabkan warna air berubah sementara.

“Memang benar air Sungai Ciliman sempat menghitam, tetapi itu bukan karena bak limbah jebol. Kondisi tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi sehingga sisa endapan di parit terdorong aliran air hujan. Biasanya hanya sementara dan kembali normal,” ujar Usup Suparman, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi air sungai yang menghitam hanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam sebelum akhirnya kembali normal seiring derasnya aliran air. Berdasarkan pemantauan tim perusahaan di lapangan, warna hitam pada air sungai berangsur hilang dan kondisi sungai kembali jernih.

Selain memberikan klarifikasi, pihak perusahaan juga memastikan bahwa sistem pengelolaan limbah di PKS Kertajaya masih berjalan sesuai prosedur operasional. Pengawasan terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga terus dilakukan guna mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Usup menambahkan, saat ini limbah cair pabrik sudah memasuki proses sirkulasi dan ke depan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lahan perkebunan sawit sebagai pupuk organik melalui sistem land application. Dengan metode tersebut, limbah akan lebih aman dan diharapkan tidak lagi berpotensi mencemari aliran sungai.

“Air limbah sekarang sedang dalam proses sirkulasi. Nantinya akan dimanfaatkan menjadi pupuk organik ke kebun sawit melalui aplikasi lahan, sehingga pengelolaan limbah akan lebih aman dan tidak terjadi pencemaran air,” tambahnya.

Pihak perusahaan juga berencana melakukan pengerukan kolam IPAL dalam waktu dekat sebagai langkah antisipasi dan peningkatan pengelolaan limbah, terutama saat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kampung Sawit Dua, Tanu Wijaya, membenarkan bahwa kondisi air Sungai Ciliman yang berubah warna hitam hanya terjadi dalam waktu singkat.

“Memang air sungai sempat berubah warna, tetapi hanya beberapa saat saja, setelah itu kembali normal,” kata Tanu Wijaya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak PTPN sebelumnya telah menyediakan fasilitas sumur bor bagi masyarakat di sekitar bantaran sungai sebagai langkah antisipasi saat debit air sungai berubah akibat hujan deras.

“Pihak PTPN sudah lama membuatkan sumur bor sebanyak sepuluh titik untuk warga di dua desa, yaitu Desa Leuwiipuh dan Desa Tamansari. Sumur bor itu dibuat lengkap dengan tombol, jadi masyarakat tinggal menggunakan saja apabila air sungai sedang tidak bisa dipakai karena hujan deras,” ujarnya.

Sebelumnya, kondisi Sungai Ciliman yang menghitam sempat menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap kemungkinan dampak pencemaran terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai tersebut.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya pengawasan rutin dari pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup agar kualitas air Sungai Ciliman tetap terjaga. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengelolaan limbah industri secara ketat, terutama di tengah cuaca hujan yang ekstrim.

Editor: Endang.S

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *