Lebak, AINews.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan Kelompok P3A Senang Air di Kampung Cinangrang, Desa Cidahu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, terus berjalan sesuai tahapan pekerjaan. Pembangunan saluran irigasi tersebut mengacu pada spesifikasi teknis dan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Ciujung–Cidurian.
Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp195.000.000 dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok P3A Senang Air dengan mengedepankan mutu konstruksi, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap standar teknis yang berlaku.
Selain menjaga kualitas pekerjaan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian utama di lapangan. Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai ketentuan, seperti rompi keselamatan, sepatu boot, sarung tangan, dan perlengkapan pendukung lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja serta memastikan seluruh pekerja dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan terlindungi selama proses pembangunan berlangsung.
Ketua P3A Senang Air, Adhari, saat diwawancarai wartawan di lokasi kegiatan pada Jumat (10/7/2026) menegaskan bahwa kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan program P3-TGAI.
“Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Seluruh tahapan pekerjaan kami awasi agar menghasilkan bangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, penerapan K3 juga menjadi prioritas utama. Kami memastikan para pekerja menggunakan APD sesuai ketentuan agar keselamatan dan kesehatan mereka tetap terlindungi selama bekerja,” ujar Adhari.
Menurutnya, pembangunan saluran irigasi yang berkualitas diharapkan mampu memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah Desa Cidahu dan sekitarnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja, Sukardi, mengaku seluruh pekerja telah diberikan arahan untuk selalu mengutamakan kualitas pekerjaan sekaligus mematuhi aturan keselamatan kerja.
“Kami bekerja mengikuti arahan teknis di lapangan, mulai dari penggunaan material hingga proses pemasangan pasangan batu agar sesuai spesifikasi. Di sisi lain, kami juga selalu menggunakan APD selama bekerja karena keselamatan menjadi prioritas. Dengan begitu, pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, dan hasilnya maksimal,” ungkap Sukardi.
Hingga saat ini, progres pembangunan saluran irigasi terus berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Diharapkan, setelah rampung, jaringan irigasi tersebut mampu meningkatkan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian, mendukung peningkatan hasil panen, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Editor: Enda

