Lima Siswa di Atas Bukit Cikaret, Mengukir Harapan Lewat Ujian Kelulusan

Lebak, AINews.com – Selasa (5/5/2026) – Di tengah hamparan perbukitan yang sunyi di Desa Cikaret, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak Banten, suasana berbeda terasa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cirahong. Tidak ada keramaian layaknya sekolah besar dengan ratusan peserta, melainkan hanya lima siswa kelas VI yang tengah menjalani ujian kelulusan, sebuah momen penting yang menjadi penentu langkah awal masa depan mereka.

Meski jumlahnya sangat terbatas, suasana ujian justru terasa lebih hangat dan penuh makna. Kelima siswa tersebut bukan sekadar peserta ujian, tetapi representasi semangat anak-anak desa yang berjuang meraih cita-cita dari ruang kelas sederhana di atas bukit.

Setiap hari, mereka datang ke sekolah dengan tekad yang sama: belajar dan memberikan yang terbaik. Di balik keterbatasan fasilitas, semangat mereka tidak pernah surut. Masing-masing menyimpan mimpi yang sederhana, namun sarat arti. Ada yang bercita-cita menjadi guru agar dapat mengabdi di kampung halaman, ada pula yang ingin menjadi ustadz untuk menyebarkan ilmu agama kepada masyarakat.

Salah satu siswa, Muhammad Dede, menjadi gambaran harapan itu.

Ia mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan doa. Baginya, kelulusan bukan sekadar hasil akhir, melainkan pintu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Harapannya sederhana, namun kuat: bisa lulus dan terus bersekolah demi meraih masa depan yang lebih baik.

Kepala MI Cirahong, Suti’ah, S.Pd., mengungkapkan bahwa meskipun jumlah siswa tahun ini hanya lima orang, hal tersebut tidak mengurangi rasa bangga terhadap anak didiknya. Ia justru melihat semangat belajar yang luar biasa dari mereka.

“Memang tahun ini hanya lima siswa yang mengikuti ujian kelulusan, tetapi alhamdulillah semuanya tetap semangat dan dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah siswa yang sedikit justru memungkinkan perhatian yang lebih intens dari para guru. Setiap anak dapat didampingi secara maksimal, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan ujian. Hal ini menciptakan suasana yang lebih tenang dan kondusif, sehingga siswa dapat mengerjakan soal tanpa tekanan berlebih.

Di balik kesederhanaan MI Cirahong, tersimpan kisah tentang ketekunan, harapan, dan keberanian untuk bermimpi. Lima siswa ini mungkin tidak banyak secara jumlah, tetapi mereka membawa harapan besar bagi diri sendiri, keluarga, dan juga desa yang menjadi tempat mereka tumbuh.

Dari ruang kelas sederhana di atas bukit itu, mereka tidak hanya mengerjakan soal ujian. Mereka sedang menapaki jalan menuju masa depan, mengukir mimpi yang kelak akan menjadi kenyataan.

Endang.S

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *