Tangerang Selatan. AINews.com – Persoalan sampah tidak selalu harus menunggu proyek besar, karena perubahan bisa dimulai dari rumah. Pesan ini ditegaskan Gubernur Banten Andra Soni melalui pemberian bantuan fasilitas pengolah sampah organik untuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 18/01/2026
Bantuan berupa toren Pupuk Organik Cair (POC) dan biogas mampu mengolah sampah organik rumah tangga hingga 100 kilogram per hari. Selain mengurangi timbunan sampah, fasilitas ini juga menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk memasak.
Langkah ini menjadi solusi konkret jangka pendek sambil menunggu sistem pengelolaan sampah regional beroperasi. Penting untuk dicatat bahwa bantuan ini bersumber dari dana pribadi Gubernur, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Perhatian ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi darurat sampah di Tangsel dan keinginan agar masyarakat mulai mengelola sampah dari sumbernya. Tak hanya menyediakan alat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga mendorong pendampingan dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar sampah dapat dipilah dan diolah sejak dari rumah, sehingga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya residu.
Pola ini diharapkan membangun kebiasaan baru menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Pengelola Bank Sampah di Serpong menyambut baik dukungan ini.
Di tengah keterbatasan dan tantangan pengolahan sampah organik, kehadiran fasilitas dan pendampingan memberi energi baru untuk terus bergerak. Sebelumnya, upaya seperti budidaya maggot pernah dicoba namun tidak mudah, sehingga kehadiran toren POC menjadi alternatif yang lebih aplikatif bagi lingkungan permukiman.
Pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah, melainkan kerja sama bersama – dari rumah, komunitas, hingga kemauan untuk berubah. Langkah kecil yang konsisten dapat berdampak besar bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. (Hn)

