Lebak. AINews.com – Nuansa tekanan dan upaya pembungkaman aspirasi terhadap wali murid yang mengeluhkan porsi serta kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa. Upaya tersebut termasuk meminta wali murid menandatangani surat pernyataan tidak akan berkomentar, mengambil foto, memposting di media sosial, maupun membawa pulang makanan, yang terjadi di wilayah Lebak Selatan.
Hal itu diungkapkan Deden Haditiya berdasarkan informasi dari beberapa narasumber dan koresponden terkait pelaksanaan program MBG. Selain ketidaksesuaian antara harga dengan menu yang disajikan, juga ditemukan nuansa intimidasi dan pembungkaman informasi di wilayah tersebut.
“Kami berharap, pihak yang diduga mencari keuntungan lebih besar dengan mengurangi biaya makanan tidak boleh bersikap arogan dan melakukan upaya pembungkaman aspirasi serta kritik masyarakat,” ujarnya.
Sampai saat ini, timnya masih terus mendokumentasikan porsi menu MBG di beberapa kecamatan untuk melakukan pemantauan, sebelum melaporkannya kepada bidang pengawasan yang berwenang.
Menurut Deden, bahkan ditemukan sekolah tingkat SMA yang mengumpulkan wali murid untuk menandatangani surat pernyataan tidak mengomentari program, tidak mengambil gambar, tidak membawa pulang sisa makanan, serta mendukung MBG.
“Ini luar biasa, kepala satuan pendidikan bahkan berani memaksa wali murid untuk diam dan tidak mengemukakan pendapat. Kami menduga ada unsur kepentingan di baliknya, baik itu bentuk fee komisi maupun transaksi tidak benar yang diperoleh dari pengurangan mutu atau penyimpangan anggaran,” pungkas Deden. (Hn)

