Lebak, AINews.com – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Kampung Angrit, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, pada Sabtu sore, 14 Maret 2026.
Di bulan suci Ramadhan yang sarat makna, Komunitas Peduli Yatim kembali menggelar kegiatan santunan bagi anak-anak yatim, sebuah agenda rutin bulanan yang kali ini dilaksanakan di kediaman Bapak Aan Alamsyah.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai itu menjadi momen istimewa, bukan hanya bagi para penerima santunan, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat. Dalam nuansa Ramadhan 1447 Hijriah yang penuh rahmat, santunan diberikan dalam bentuk bingkisan dari Komunitas Peduli Yatim, makanan, serta amplop yang diserahkan secara pribadi oleh Bapak Aan Alamsyah dengan penuh keikhlasan.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan penggerak sosial turut menambah hangat suasana acara. Tampak hadir Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khodliri, Kyai ACH. Syihab Alkhudori, dari Kampung Mekarsari, Desa Leuwiipuh.
Hadir pula jajaran Komunitas Peduli Yatim, di antaranya Didin Wahyudin yang akrab disapa Uwa Dedin, Nana Oenyil, Bos Odos, Bos Kurdi, Bos Eman, RT Juli, Lala, serta Vika Pramitha Alamsyah, istri dari Bapak Aan Alamsyah.Anak-anak yatim penerima santunan berasal dari sejumlah wilayah, yakni Kampung Keusik, Desa Keusik, Cisampih, Desa Cisampih, Pulo dan Kasap, Desa Cilegong Ilir, Manggu, Jalan Lempeng, Gerendeng Sigeung, Desa Tamansari, serta Kampung Sindang, Karangsari, PKS, Cigedang, Sukajadi Tapos, Desa Leuwiipuh.
Kehadiran mereka menjadi alasan utama terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan tersebut.Bagi Vika Pramitha Alamsyah, bisa berbagi dengan anak-anak yatim di bulan Ramadhan merupakan kebahagiaan tersendiri. Ia mengaku bersyukur dapat ambil bagian dalam kegiatan yang membawa manfaat bagi sesama.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia dan ikhlas bisa berbagi dengan anak-anak yatim yang membutuhkan, terlebih di bulan suci Ramadhan. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi semuanya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Didin Wahyudin atau yang akrab disapa Uwa Dedin.Menurutnya, kegiatan santunan tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kasih sayang kepada anak-anak yatim.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menumbuhkan rasa peduli, menyayangi, dan menyantuni anak-anak yatim. Selain itu, ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi agar Komunitas Peduli Yatim selalu mendapat keberkahan di bulan penuh rahmat ini,” tuturnya.
Rasa haru dan bahagia juga datang dari para penerima santunan. Erian, warga Kampung Cigedang, Desa Leuwiipuh, mengaku sangat senang atas perhatian yang diberikan. Begitu pula dengan Alia, warga Desa Cisampih, yang menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya karena telah menerima santunan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak dengan berbagai tantangan, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap hidup dan tumbuh.
Komunitas Peduli Yatim menunjukkan bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu berlebih, tetapi bisa dimulai dari niat tulus untuk menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui kegiatan santunan ini, semangat Ramadhan terasa semakin nyata. Bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, dan kebersamaan.Komunitas Peduli Yatim pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan setiap bulan, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh anak-anak yatim dan masyarakat sekitar.
(Enda)

