LEBAK, AktualIndonesiaNews.com – Revitalisasi Kelompok Bermain (KB) Kartini di Kampung Cibeusi, Desa Ciginggang, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten, terus menunjukkan progres positif. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini tersebut kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pekerjaan meliputi perbaikan atap sekolah, rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, hingga pembangunan fasilitas toilet. Pembenahan tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sehat, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Kepala KB Kartini, Sri Andayani, mengatakan proses pembangunan berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, kualitas pekerjaan menjadi prioritas agar hasil revitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
“Pembangunan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dan RAB. Kami berharap setelah selesai nanti, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan proses pembelajaran menjadi semakin berkualitas,” ujar Sri Andayani saat diwawancarai awak media, Jumat (7/8/2026).
Sri Andayani juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan revitalisasi mendapat perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak. Tim Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen telah meninjau langsung kegiatan tersebut pada 31 Juli 2026 untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan tahapan yang telah ditetapkan.
Selain itu, revitalisasi KB Kartini juga telah ditinjau langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kabupaten Lebak.
“Alhamdulillah, selain dari tim Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen, revitalisasi KB Kartini juga sudah ditinjau langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kabupaten Lebak. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pekerjaan hingga selesai,” ungkapnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen. Pekerjaan yang masih berlangsung difokuskan pada penyelesaian sejumlah bagian bangunan agar seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.

Sri Andayani optimistis keberadaan gedung dan fasilitas yang lebih representatif akan memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan pendidikan di KB Kartini. Selain menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak sejak usia dini serta mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Masyarakat, orang tua peserta didik, dan pihak sekolah menyambut baik program revitalisasi tersebut. Mereka berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga KB Kartini memiliki fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
Revitalisasi KB Kartini menjadi salah satu upaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah pedesaan. Dengan sarana dan prasarana yang semakin baik serta pengawasan dari pemerintah pusat maupun daerah, kualitas pendidikan diharapkan terus meningkat sehingga anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Editor: Enda

