LEBAK, AINews.com – Rasa syukur dan haru tak terbendung dari keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukasenang, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak. Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng kali ini dilakukan dengan cara diantar langsung ke rumah-rumah warga penerima manfaat.
Dari total 12 RT yang ada di Desa Sukasenang, sebanyak 9 RT melaksanakan penyaluran bansos secara door to door, sedangkan untuk 3 RT mengambil langsung ke kantor desa karena jaraknya dekat. Mekanisme tersebut dilakukan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat bersama para ketua RT, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses jalan yang cukup sulit menuju kantor desa.
Kepala Desa Sukasenang, Surdi, menjelaskan bahwa sistem pengantaran langsung tersebut murni merupakan usulan masyarakat yang kemudian disepakati bersama.
“Penyaluran bansos beras dan minyak dengan cara door to door ini murni hasil musyawarah warga bersama para RT di masing-masing kampung. Pemerintah desa hanya menyetujui usulan masyarakat,” ujar Surdi kepada awak media, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, keputusan itu diambil demi memudahkan warga penerima bantuan, terutama mereka yang tinggal jauh dari kantor desa.
“Ada kampung yang jaraknya lebih dari tiga kilometer dari kantor desa. Kondisi jalannya juga masih berbatu dan cukup sulit dilalui, apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Selain itu, tidak semua warga memiliki kendaraan untuk mengambil bantuan langsung ke desa. Bahkan ada lansia yang tentu kesulitan jika harus datang sendiri,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihak desa tidak pernah mewajibkan pola distribusi seperti itu. Seluruh proses dilakukan berdasarkan kesepakatan warga demi kenyamanan bersama.
Hal senada disampaikan Ketua RT 12, Mahmud. Ia mengatakan, pengantaran bansos langsung ke rumah warga merupakan hasil musyawarah mufakat masyarakat.
“Banyak warga yang tidak punya kendaraan. Jadi warga sepakat bantuan diantar langsung ke rumah-rumah menggunakan mobil. Memang ada biaya operasional kendaraan pengangkut, tapi sifatnya sukarela dan tidak lebih dari Rp10 ribu per KPM. Ada yang Rp8 ribu, tergantung kesepakatan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan sistem distribusi tersebut. Ia menilai cara itu jauh lebih memudahkan dibanding harus mengambil bantuan sendiri ke kantor desa yang jaraknya cukup jauh.
“Kalau harus ke desa cukup jauh. Jadi diantar ke rumah sangat membantu. Bahkan kalau harus bayar Rp20 ribu juga saya mau karena memang jaraknya jauh,” ungkapnya.
Diketahui, sebanyak 489 KPM dari 12 RT di Desa Sukasenang menerima bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng. Pendistribusian tersebut berlangsung pada Jumat (15/5/2026). Setiap penerima mendapatkan dua karung beras ukuran 10 kilogram per karung serta minyak goreng sebanyak empat liter untuk dua pagu bantuan.
Penyaluran bansos secara door to door tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai lebih efektif, terutama bagi warga lanjut usia dan keluarga yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Sebelumnya, sempat beredar informasi terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bansos tersebut. Namun, berdasarkan hasil musyawarah warga bersama para ketua RT, mekanisme distribusi door to door beserta biaya operasional pengangkutan dilakukan atas kesepakatan masyarakat secara sukarela dan bukan kebijakan maupun keinginan dari pihak pemerintah desa.
Endang.S

