Bangunan SDN 1 Jalupanggirang Memprihatinkan, Guru Berharap Pembangunan Segera Direalisasikan

LEBAK, AINews.com — Kondisi bangunan SDN 1 Jalupanggirang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak Banten, semakin memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas tampak mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para guru terhadap keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Para tenaga pendidik berharap rencana pembangunan gedung sekolah yang telah diusulkan dapat segera direalisasikan pada tahun ini. Pasalnya, kerusakan bangunan dinilai terus bertambah seiring usia bangunan yang sudah tua dan lapuk.

Kepala SDN 1 Jalupanggirang, Bisri, S.Pd., mengatakan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah untuk melihat kondisi bangunan yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima sekolah, pembangunan gedung direncanakan mulai berjalan pada Mei 2026.

“Pihak Dinas Pendidikan sudah meninjau langsung kondisi sekolah. Informasinya insyaallah pembangunan akan dimulai Mei 2026 ini. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi agar kegiatan belajar mengajar lebih aman dan nyaman,” ujar Bisri, Jumat (15/5/2026).

Ia mengungkapkan, selama ini pihak sekolah terus melakukan upaya pemeliharaan secara bertahap. Namun, kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan cukup berat membuat perbaikan ringan dinilai tidak lagi maksimal.

Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala utama dalam melakukan pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kata dia, penggunaannya telah diatur melalui petunjuk teknis sehingga tidak dapat difokuskan sepenuhnya untuk renovasi bangunan.

“Pemeliharaan memang terus dilakukan semampunya, tetapi kondisi bangunan sudah cukup parah. Dana BOS penggunaannya juga diatur dalam juknis dan tidak bisa seluruhnya dialokasikan untuk sarana prasarana,” katanya.

Harapan agar pembangunan segera direalisasikan juga disampaikan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Banjarsari, Ade Sasmita, S.Pd. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat membutuhkan penanganan menyeluruh, bukan sekadar pemeliharaan rutin.

“Kalau kerusakannya sudah terlalu parah, biaya pemeliharaan tentu tidak akan mencukupi. Dana BOS juga penggunaannya sudah diatur, bukan hanya untuk sarpras tetapi juga kebutuhan lain seperti buku dan kegiatan pembelajaran,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan gedung SDN 1 Jalupanggirang dapat segera dilaksanakan demi menunjang kenyamanan serta keselamatan siswa dan guru selama proses belajar mengajar berlangsung.

Dengan kondisi bangunan yang terus mengalami penurunan, para tenaga pendidik berharap perhatian pemerintah dapat segera diwujudkan melalui pembangunan sekolah yang layak, sehingga aktivitas pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan kondusif.

Editor: Endang.S

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *