Lebak,AINews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Hamim Center Founder di Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak Banten, menuai sorotan dari para penerima manfaat.
Keluhan ini muncul setelah warga membandingkan makanan yang diterima dengan tabel menu dan harga yang disusun oleh pihak yayasan. Dalam tabel tersebut, tercantum total anggaran Rp20.000 untuk paket makanan yang diberikan dengan sistem rapelan selama dua hari bagi kategori ibu hamil dan menyusui.
Rincian menu yang dibuat oleh yayasan meliputi roti tawar seharga Rp6.500, susu full cream Rp7.000, pisang Rp2.500, serta apel Rp4.000. Selain itu, juga dicantumkan kandungan gizi seperti protein 13,18 gram, lemak 10,95 gram, karbohidrat 77,92 gram, dan serat 6,99 gram.
Namun, kondisi di lapangan disebut tidak sejalan dengan rincian tersebut. Sejumlah penerima manfaat menilai kualitas makanan yang diterima jauh dari ekspektasi, bahkan ditemukan buah dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Kalau sesuai harga harusnya bagus, apalagi ini untuk dua hari. Tapi yang diterima biasa saja, bahkan kemarin dapat pisang yang sudah busuk,” ujar salah satu penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya, Senin (13/4/2026).
Selain kualitas, warga juga mempertanyakan kesesuaian antara anggaran dalam tabel yayasan dengan realisasi di lapangan. Mereka berharap adanya transparansi serta evaluasi dari pihak terkait agar program benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala SPPG di bawah Yayasan Hamim Center Founder telah dihubungi wartawan untuk dimintai konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tidak memberikan respons.
Sejumlah pihak mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal kualitas bahan makanan dan distribusi. Program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat ini diharapkan tidak hanya baik secara perencanaan, tetapi juga dirasakan manfaatnya secara nyata oleh penerima.
(Ap/En)

