Lestarikan Tradisi dan Ketahanan Pangan, Kasepuhan Cisitu Gelar Ritual Adat “Ngamitkeun Sri Ti Bumi”

Lebak,AINews.com – Bertempat di Bale Pasebaan Kasepuhan Cisitu, Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten. masyarakat adat Kasepuhan Cisitu sukses menyelenggarakan rangkaian ritual adat “Ngamitkeun Sri Ti Bumi”. Prosesi yang berlangsung khidmat sejak tanggal 5 hingga 12 April 2026 ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat identitas kultural sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.

Acara puncak yang dilaksanakan pada Minggu (12/04/2026) ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Cibeber, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak, Ketua SABAKI, serta perwakilan ormas Jawara banten Bersatu (JBB).

Mengusung tema “Dibuat Bareng” (Panen Bersama), kegiatan ini merupakan manifestasi rasa syukur mendalam atas melimpahnya hasil bumi. Ritual ini bukan sekadar aktivitas agraris rutin, melainkan simbol penghormatan terhadap Dewi Sri sebagai personifikasi pangan, sekaligus upaya menjaga harmoni antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Pemimpin Adat Kasepuhan Cisitu, Abah Yoyo Yohenda, menegaskan bahwa tradisi ini adalah fondasi moral bagi generasi mendatang.

“Ngamitkeun Sri Ti Bumi adalah cara kami berterima kasih kepada bumi yang telah memberi kehidupan. Istilah ‘Dibuat Bareng’ menekankan pada prinsip gotong royong yang absolut. Di Kasepuhan, kolektivitas adalah kunci; keberkahan panen harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” tegas Abah Yoyo.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi. “Kemajuan zaman tidak boleh melunturkan adat. Padi adalah napas kita, dan menjaga adat adalah menjaga identitas kita sebagai masyarakat Banten Kidul,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Kasepuhan Cisitu dalam mempertahankan sistem pertanian tradisional yang tangguh.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Kasepuhan Cisitu. Pelaksanaan panen raya ini membuktikan bahwa sistem pertanian berbasis kearifan lokal tetap relevan dan teruji ketangguhannya dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Rahmat.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Dinas Pertanian menyatakan akan terus memberikan pendampingan strategis bagi para petani di Desa Situmulya dan Desa Kujangsari. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penyediaan bibit unggul dan integrasi teknologi pertanian yang tetap selaras dengan norma serta hukum adat setempat guna menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.(Wa”n)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *