Ketua PPD HMI Lebak Semprot Keras Pernyataan Bupati Lebak: Ruhay di Bibir Arogansi di Panggung

Lebak, Ainews.com – Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak Muhamad Saroji (Oji) menyoroti keras pernyataan Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang dinilai tidak mencerminkan etika komunikasi publik sebagai seorang pemimpin daerah. Senin (30/3/2026).

Pernyataan yang disampaikan di ruang publik tersebut dianggap telah melampaui batas kewajaran, karena menyinggung aspek personal Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dan berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Ketua Bidang PPD HMI Cabang Lebak menegaskan bahwa sikap tersebut menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam cara memaknai kepemimpinan.

Seorang kepala daerah seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika komunikasi publik. Ketika yang ditampilkan justru pernyataan yang miskin etika, maka publik berhak mempertanyakan kualitas kepemimpinan yang sedang berjalan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa pernyataan tersebut tidak sejalan dengan semangat visi pembangunan daerah yang selama ini digaungkan, termasuk narasi “ruhay” yang seharusnya mencerminkan nilai kebijaksanaan, keteladanan, dan kedewasaan dalam bersikapMenurutnya, kepemimpinan yang matang ditunjukkan melalui kemampuan mengelola perbedaan tanpa menjatuhkan martabat pihak lain.

Sebaliknya, penggunaan ruang publik untuk menyerang personal justru mencerminkan lemahnya kontrol diri dalam menjalankan kekuasaan.

Sehubungan dengan hal tersebut, HMI Cabang Lebak melalui Bidang PPD HMI menyampaikan sikap:

1. Mengecam pernyataan yang dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan publik.

2. Mendorong Bupati Lebak untuk menyampaikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat.

3. Mengingatkan pentingnya menjaga marwah jabatan sebagai simbol keteladanan, bukan sebagai ruang ekspresi arogansi.

HMI Cabang Lebak menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya tegas, tetapi juga beretika, dewasa, dan mampu menjaga keharmonisan dalam pemerintahan.

Kepemimpinan yang kuat lahir dari keteladanan sikap. Ketika etika diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya wibawa, tetapi juga kepercayaan publik,

(Apip Rohman)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *